RyLavEla

hidup kami berdua bagaikan angka 8 yang tak pernah putus dan nyambung trus walau penuh liku liku...


Senin, 22 Mei 2017

Puisi "Relung Hati"

Ku kirim angin yang menyapa
Agar kau tau aku selalu ada
Hapus lah air mata
Tak akan mungkin janji itu aku lupa

Gemuruh dalam relung hati
Hitam nya beri tanda yang suci
Dapatkah jiwa ini menari
Melepaskan masa lalu yang telah di kebiri
Diposting oleh Ryanquel.blog di 07.05
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
animasi blog

Arsip Blog

  • ►  2021 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
  • ►  2019 (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2017 (23)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (2)
    • ▼  Mei (14)
      • Puisi"menghilang"
      • Puisi "pergi"
      • Puisi "Sang Samurai"
      • Puisi "syuram"
      • Puisi "Ingin mu"
      • Puisi "Bahasa Tubuh"
      • Puisi "Relung Hati"
      • Puisi "Jadi nyata"
      • Puisi "Lelah"
      • Puisi "Pagi atau Malam"
      • Puisi "Bosan dirinya"
      • Puisi "Mengais Cintamu"
      • Puisi "Takan bisa"
      • Puisi "Kita"
    • ►  April (5)
  • ►  2016 (16)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (8)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2011 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)

Mengenai Saya

Ryanquel.blog
Lihat profil lengkapku

tak terpisahkan

tak terpisahkan
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.