Minggu, 08 Oktober 2017

Puisi `konyol`

diantara awan itu ada sosok mentari
Namun Hujan turun di cerah nya matahari
Konyol betul sikap alam ini
Menambah gemuruh pilu dalam hati

Membirunya langit mampu samarkan ingatan
Inginku nyata ternyata angan
Harapan pekat dari langit sang lawan
Alkisah dunia ini ternyata hanya kiasan

Minggu, 10 September 2017

Puisi "roda"

Aku bingung sikap mu
Seakan beri sinyal untuk terbang jauh
Detik ini batin ku memelas kasihmu
Selang detik berganti roda pun berputar
Nanti kau juga akan sendirinya sadar
Dari Sikap dan tingkah dalam ingatan mu
Dan jangan sesali suasana yang kau sendiri ciptakan akan masa depan mu
Karna hati pun bisa berubah bentuk
Tergantung cetakan kehidupan

Sungguh Tuhan akan beri jalan yang terbaik bagi ku tapi tidak bagimu
Karna yang terjadi nanti nya
Itu karna keinginanmu yang tidak singkron dengan hati kecilmu

Dan aku tidak akan menghapus air matamu kelak
Tapi akan aku tampung di kantong busuk sebagai ucapan terima kasih ku padamu
Atas keberhasilanmu yang mampu menciptakan Hati ini Bisa menjadi tegar dan tak memelas perih kasih mu

Lalu aku bisikan tiba karma akibat perbuatanmu

Rabu, 07 Juni 2017

Puisi "TUHAN pun merayakan"

Dosa dan dendam
Perbuatan diri sendiri
Di dunia yang kejam
Aku merasa sepi

Terbalaskah sifat dia
Kubur sedalam ku tau
Terkekang dalam dunia
Doa dan dosa pun bersatu

Walau kita tak tau pasti
hanya lidah yang berkata
Esok ludah yang menyambut
TUHAN pun Merayakan nikmat dan indah nya hidup ini

Sabtu, 03 Juni 2017

CeTi (Cerita Hati) 02

Rasa kecewa saat kau tau suatu yang pahit
Saat dimana kau anggap Tuhan pun berbohong
Yang slalu kau balut dalam doa jiwa yang suci
Sumpah ku rasa mati

Tunggal terpisahkan takdir dunia
Kecewa yang mengharapkan jawaban
Kini jauh ,dulu dekat sama saja
Hitam nya hanya dapat ku bayang
Bukan semesta yang mengharapkan nya
Tapi pelangi yang  selalu ingin menghilang dari alam

ku percaya terbunuh dan mati
Harapan telah terbuang seketika
Seperti aku tidak akan kau temukan
Yang telah pergi tak akan datang lagi
Jauh atau pun dekat memohon dalam getirnya luka ini

Salah kah hembusan Tuhan
Rintihan yang tak terima batin
Ini kah yang kau inginkan
Anggap ini hadiah terindah buatku
Ucapan yang indah dari iblis berganti peran

Kamis, 25 Mei 2017

Puisi"menghilang"

Selama kau yang menginginkan
Tanpa bicara aku pun kecwa
Percaya atau tidak kau yang kejam
Menghilang dalam sepinya alunan angin

Mungkin kau yang yang pahami
Namun jika waktu nya tiba
Jangan tiba aku yang yang menyamar
Dalam sikap yang kau telah kau perlihat

Puisi "pergi"

Jika memang bunga itu sudah layu
Benamkan saja jauh dalam tanah
Bila kau tak mengerti juga
Pergi tenggelam dalam palungan mariana
Di dasar sana kau pasti bertemu dengan sosok yang tak kau duga
Aneh tapi itu mungkin mau mu
Bawa tengelam bersama kenangan
Menghilang sudah lah ke alam yang itu

Rabu, 24 Mei 2017

Puisi "Sang Samurai"

Pedang kematian tertancap di hati
Perih sakit yang tak terbayang
Senyum bibir mu semakin menyayat perasaan
Cambukan kehidupan yang kelam
Kurang sadar dirimu
Melihat bintang yang terang dari diriku
Malah Kau cari bintang yang lain yang pasti tak akan terang cahayanya
Jadi Jangan sesali kau tersesat dalam gelapnya alam buataanmu

Kau yang menghunuskan samurai tajam ke hatimu
Pasti semua itu keinginanmu
Hingga dirimu berceceran lumuran darah busuk itu
Sadarmu pula Meminta aku menoleh pertolongan
Sedangkan aku hanya berbisik untuk terakhir kalinya untukmu
Menangis yang keras dan tikam terus menerus samurai itu
Pasti kau menikmati yang telah kau perbuat
semua kisah iblis serta nikmatnya hukuman sejenis nya

Selasa, 23 Mei 2017

Puisi "syuram"

Tingkah, sikap dan gerak tubuh yang beda
Bungkam hati yang dulu kau percayakan
Kini jiwa ku pun membenci bayangmu
Di runduh kenangan yang beda terdahulu

Kau telah berbeda
Dengan prinsip yang beda pula
Kau pun tak mengenal diriku, hingga
Bunga yang gugur tak bisa mekar kembali
Kenangan indah yang dulu kau kubur lagi

Pastiku ada jalan nyata wujudkan mimpi jika kau emang bukan jodoh impian ku

Puisi "Ingin mu"

Aku tak melihat bintang yang dahulu itu
Kini pandangan ku memudar salahmu
Jika kau bertanya mengapa, telusuri palung hatimu
Kalau tidak kau makan saja rumput di atas seng rumah mu
Nikmati suasana yang kau ciptakan sendiri
Entah kau sengaja atau apalah
Aku pun tak peduli sekarang dan seterusnya
Karena pasti dirimu yang memohon keadaan nyata hari ini

Puisi "Bahasa Tubuh"

Gimik yang tak pernah ku liat
Cara mu coba beritahukan aku
Karna Sang langit tak cerah lagi
Sinar biru nya sudah mendung jadi pekat

Harusnya terang terangan saja
Jangan bahasa tubuh yang bicara
Pasti ku akan menghilang dari jiwamu
Kau pun begitu menghilang dari jiwaku

Senin, 22 Mei 2017

Puisi "Relung Hati"

Ku kirim angin yang menyapa
Agar kau tau aku selalu ada
Hapus lah air mata
Tak akan mungkin janji itu aku lupa

Gemuruh dalam relung hati
Hitam nya beri tanda yang suci
Dapatkah jiwa ini menari
Melepaskan masa lalu yang telah di kebiri

Minggu, 21 Mei 2017

Puisi "Jadi nyata"

100 langkah kehidupan ini
Setiap langkah memberi kisah yang beragam
Kisah asam pedas dalam ingatan
Ingin slalu dalam kebersamaan

Sepanjang jalan kupandang
Kucari harum mawar tujuan ku
Menyusuri luka yang ku ingat
Kenangan yang kian meresap jiwa

Tak akan terasa, tiba sudah kita di tujuan
Walau kini hanya bayangan nya saja
Namun mata ku melihat dengan nyata
Indah bintang yg pernah kau lihat


Puisi "Lelah"

Menatap langit yang pekat
Dengan bintang nya yang memikat
Tiba saja indah itu pun di selingi kilat
Dan hujan pun turun dengan lebat
Ada apa dengan mu semesta
Apa yang kita rasakan sama
Nikmati keindahan yang di berikan Nya Walau terkadang senyum di temani air mata

Kamis, 18 Mei 2017

Puisi "Pagi atau Malam"

Sinar bulan yang seakan membaca gelapnya malam ku
Sudah tersirat tapi sulit terucap
Guguran daun dari angin yang berhembus
Memberi irama syahdu pagi ku
Layak nya sekumpulan burung yang menari terbang dan berpindah tempat
Mencari suatu yang indah dan tepat dari hari sebelum nya
Jadi pastikan pilihan berteman dengan pagi atau dengan malam
Karna hanya kita sendiri yang tau jawaban nya
Sembari Liat cahaya yang menyinari hatimu
Pagi atau malam yang cerahkan esok mu

Selasa, 16 Mei 2017

Puisi "Bosan dirinya"

Mengapa semesta menghening hari ini
Hujan sudah basahi dirimu namun semesta pun tetap diam
Kumbang juga bawa bunga yang mekar
Belum sampai di tangan nya bunga itu pun layu mati seketika
Matahari pun datang dengan senyum lebar menghangatkan
Tapi semesta tetap saja membisu tolol

Mungkin kau kirimkan saja resah mu ke angkasa
Lalu petiklah bintang dengan semaumu
Siapa tau itu bisa buat dirimu tersenyum kembali
Tapi jika itu pun terjadi
Jangan kau harapkan senyum mu akan bertahan untuk selamanya




Kamis, 11 Mei 2017

Puisi "Takan bisa"

Aku takan bisa berlayar
Tanpa angin darimu
Memang jiwa ku terlalu lemah
Tanpa hadirmu dan cintamu
Karna Cintamu selalu abadi
Dan takan pernah terbayangkan
Jika hati mu tak mampu bertahan
Jika pun itu terjadi
Aku hanya bisa menulis pesan kesedihan
Dan kukirim ke Tuhan agar ia yang membalas ketulusan yang kau siakan
Tapi aku yakin kamu perempuanku
Karna kau berbeda dari yang ada
Karna kau lah impianku

Puisi "Kita"

Kita yang tau jalan berbatu cinta ini
Kita takan berhenti berjalan karna sudah takdirnya
Kita melayang tenggelam dalam impian yang sama
Kita adalah bintang aku dan kamu

Jumat, 21 April 2017

Puisi "Cepat berlalu"


Waktu yang cepat berlalu
Hentikan indahnya panorama  langit malam itu
Yang tersisa hanya ingatan untuk selamanya
Dan rasa resah yang menghantui

Harap ku sinar bintang itu slalu temani
Dengan tatapan yang slalu teduhkan jiwa
Tapi waktu pun menjadi musuh terberat
Tak ada lagi pancaran yang temani sukma ku

Angin pun  bersimpati dan coba  menghibur gundah ku
Namun hembusan nya memberi suasana semakin kelam
Aku pun tertunduk malu pada alam
Melawan perasaan yang aku tau salah
Melayang dan melambai
hingga tak tergambarkan dengan kata
apa yang telah terjadi padaku
Seketika itu pula jiwa merusuk kembali dalam kesunyian hati yang kekal








Puisi "Resah"


Hembusan angin resah datang menghampiri 
Merontah kepedihan dalam hati
Tapi  yakin ku ada angin yang tak sendiri
Bersembunyi sosok yang menambah keresahan diri


Jika ada, datang saja semua nya
Apa pun itu,siapa pun itu ku takan gentar
Aku pun tak takut dengan rintanganmu
Karena aku sudah tau di mana letak jurang mu
Yang takan terperosok aku untuk kedua kali nya

Puisi "masa lalu impian"

Kan ku terjang rintangan apapun yang  menghadang hari esok ku
tak takut akan jalan yang berbatu
tak takut akan pekat nya malam syahdu
Karna aku pernah belajar dari tajam nya pedang yang tertancap di hati
Yang menempah ku dengan semangat kepastian
Yang bersunguh mencari cita impianku
Di saat yang tepat nanti pasti aku akan berbisik
Terima kasih masa lalu ku...


Puusi "Melepaskan"


Tatkala aku takut
Melihat bintang yang terang benderang
Pancarannya selaksa mutiara terindah yang pernah aku temui
Semesta pun dilema membayangkannya
Takut tenggelam dalam palungan laut terdalam
Jatuh dalam dasar hati yang paling kelam
Tapi raut wajah ini tersipu malu
Menyembunyikan hati yang merah merona
Apa terpaksa untuk melepaskan masa lalu
Semakin tertegun dan percaya mendengar bisikan setan di dada ini


Puisi "Cinta Iblis "


Terhempas kah aku terhanyut
Dalam Gerak mu yang slalu menghantuiku
nyata sudah keangkuhan ku yang bersumpah
Tanpa kemunafikan dan tipu daya
Tau kah kau cinta ini suci?

Gelisah begitu liar hancurkan ketakutan ini
Murka lah sudah impian ku
Bersama dengan hujan yang turun
Basahi bumi dalam penyesalan
Setelah kau biarkan hati mu tersamar

Terasa semu serasa jemu
Terserah lah itu, jika inginmu
Karna hanya kau nyanyian rindu
Yang kini telah melayang ke langit ke tujuh
Bersama Wajahmu ,matamu ,bibirmu ,serta canda mu
Terlihat jelas cinta terlarangmu itu
Dan kau kubur jiwa ini dalam kepalsuan cintamu