Selasa, 23 Mei 2017

Puisi "Bahasa Tubuh"

Gimik yang tak pernah ku liat
Cara mu coba beritahukan aku
Karna Sang langit tak cerah lagi
Sinar biru nya sudah mendung jadi pekat

Harusnya terang terangan saja
Jangan bahasa tubuh yang bicara
Pasti ku akan menghilang dari jiwamu
Kau pun begitu menghilang dari jiwaku

Senin, 22 Mei 2017

Puisi "Relung Hati"

Ku kirim angin yang menyapa
Agar kau tau aku selalu ada
Hapus lah air mata
Tak akan mungkin janji itu aku lupa

Gemuruh dalam relung hati
Hitam nya beri tanda yang suci
Dapatkah jiwa ini menari
Melepaskan masa lalu yang telah di kebiri

Minggu, 21 Mei 2017

Puisi "Jadi nyata"

100 langkah kehidupan ini
Setiap langkah memberi kisah yang beragam
Kisah asam pedas dalam ingatan
Ingin slalu dalam kebersamaan

Sepanjang jalan kupandang
Kucari harum mawar tujuan ku
Menyusuri luka yang ku ingat
Kenangan yang kian meresap jiwa

Tak akan terasa, tiba sudah kita di tujuan
Walau kini hanya bayangan nya saja
Namun mata ku melihat dengan nyata
Indah bintang yg pernah kau lihat


Puisi "Lelah"

Menatap langit yang pekat
Dengan bintang nya yang memikat
Tiba saja indah itu pun di selingi kilat
Dan hujan pun turun dengan lebat
Ada apa dengan mu semesta
Apa yang kita rasakan sama
Nikmati keindahan yang di berikan Nya Walau terkadang senyum di temani air mata

Kamis, 18 Mei 2017

Puisi "Pagi atau Malam"

Sinar bulan yang seakan membaca gelapnya malam ku
Sudah tersirat tapi sulit terucap
Guguran daun dari angin yang berhembus
Memberi irama syahdu pagi ku
Layak nya sekumpulan burung yang menari terbang dan berpindah tempat
Mencari suatu yang indah dan tepat dari hari sebelum nya
Jadi pastikan pilihan berteman dengan pagi atau dengan malam
Karna hanya kita sendiri yang tau jawaban nya
Sembari Liat cahaya yang menyinari hatimu
Pagi atau malam yang cerahkan esok mu

Selasa, 16 Mei 2017

Puisi "Bosan dirinya"

Mengapa semesta menghening hari ini
Hujan sudah basahi dirimu namun semesta pun tetap diam
Kumbang juga bawa bunga yang mekar
Belum sampai di tangan nya bunga itu pun layu mati seketika
Matahari pun datang dengan senyum lebar menghangatkan
Tapi semesta tetap saja membisu tolol

Mungkin kau kirimkan saja resah mu ke angkasa
Lalu petiklah bintang dengan semaumu
Siapa tau itu bisa buat dirimu tersenyum kembali
Tapi jika itu pun terjadi
Jangan kau harapkan senyum mu akan bertahan untuk selamanya




Kamis, 11 Mei 2017

Puisi "Takan bisa"

Aku takan bisa berlayar
Tanpa angin darimu
Memang jiwa ku terlalu lemah
Tanpa hadirmu dan cintamu
Karna Cintamu selalu abadi
Dan takan pernah terbayangkan
Jika hati mu tak mampu bertahan
Jika pun itu terjadi
Aku hanya bisa menulis pesan kesedihan
Dan kukirim ke Tuhan agar ia yang membalas ketulusan yang kau siakan
Tapi aku yakin kamu perempuanku
Karna kau berbeda dari yang ada
Karna kau lah impianku

Puisi "Kita"

Kita yang tau jalan berbatu cinta ini
Kita takan berhenti berjalan karna sudah takdirnya
Kita melayang tenggelam dalam impian yang sama
Kita adalah bintang aku dan kamu

Jumat, 21 April 2017

Puisi "Cepat berlalu"


Waktu yang cepat berlalu
Hentikan indahnya panorama  langit malam itu
Yang tersisa hanya ingatan untuk selamanya
Dan rasa resah yang menghantui

Harap ku sinar bintang itu slalu temani
Dengan tatapan yang slalu teduhkan jiwa
Tapi waktu pun menjadi musuh terberat
Tak ada lagi pancaran yang temani sukma ku

Angin pun  bersimpati dan coba  menghibur gundah ku
Namun hembusan nya memberi suasana semakin kelam
Aku pun tertunduk malu pada alam
Melawan perasaan yang aku tau salah
Melayang dan melambai
hingga tak tergambarkan dengan kata
apa yang telah terjadi padaku
Seketika itu pula jiwa merusuk kembali dalam kesunyian hati yang kekal