RyLavEla

hidup kami berdua bagaikan angka 8 yang tak pernah putus dan nyambung trus walau penuh liku liku...


Jumat, 15 April 2016

Puisi "gejolak"

Berdecit kicauan dari batu keras
Menari di telinga
Menelan jiwa

Aku pernah melihat itu..
Langit nya di sini petang
Bumi ku di sana cerah
Dan awan nya berlari bebas semaunya..
Diposting oleh Ryanquel.blog di 11.55
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
animasi blog

Arsip Blog

  • ►  2021 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
  • ►  2019 (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (23)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (5)
  • ▼  2016 (16)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ▼  April (8)
      • Puisi "Kau syairku"
      • Puisi "Jalan Setapak"
      • Puisi Untuk SELA ku
      • Puisi "perasaanku"
      • Puisi "hatiku"
      • Syair Jiwaku
      • Syair Kehidupanku
      • Puisi "gejolak"
  • ►  2015 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2011 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)

Mengenai Saya

Ryanquel.blog
Lihat profil lengkapku

tak terpisahkan

tak terpisahkan
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.