hidup kami berdua bagaikan angka 8 yang tak pernah putus dan nyambung trus walau penuh liku liku...
Kamis, 28 April 2016
Puisi "Jalan Setapak"
Begitu terlihat jalan gelap berkabut
Tersontak jiwamu menyalahkan aku
Kan Sudah aq bilang tinggal saja
Bukan nya kau yang pinta ikut aku
Sekarang kau terus berkicau seperti burung kelaparan
Makanya Melangkah lah dengan tenang jiwamu
Bukan kusut pikiran mu
jadinya kakimu seakan membawa beban gunung ini yang tak sanggup lagi berjalan
Kalau begini tutup saja matamu dan terjun ke dasar sana
Nanti aku sampaikan pun padamu apa benar yang di katakan orang tentang indahnya puncak gunung itu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar