Jumat, 26 Agustus 2016

Puisi "DIMENSI RUANG dan WAKTU"


Berada ku dalam  dimensi ruang dan waktu fiktif
serasa jiwa dan hati ini melayang, menghilang pergi tak tentu arah
meninggalkan tubuh ini dalam kehampaan ruang
Menjelma menjadi misteri dalam ilusi waktu

Puisi "USANG NYA"


Usangnya harapan dalam kehidupan
Serasa menanti sinar rembulan yang tak kunjung datang
Sebagai jawaban dari penantian sepanjang hidup
Dengan bentangan misteri membelenggu impian

Puisi "TAK KEMBALI"


Sedikit bintang tersisa
Berguguran dan perlahan tak akan kembali
Dengan bulan pun yang tak terlihat lagi dari pandangan
Redup dan sirna dalam pekatnya malam ini

Puisi "PUNCAK"


Merangkak mendaki puncak yang terjal berbatu
Tertahan  beban tubuh di sebatang ranting tua
Jatuh ke dasar jurang akibat hangat nya angin sepoi
Di dasar jurang itu pula tubuh ku sampai di puncak impianku..

Puisi "MASALAH WAKTU"


Seperti ny tak perlu lagi kita bejalan bersama waktu
Waktu kadang kala menipu dan mempermainkan peran nya yang krusial mengaduk alur crita dan akhir cerita yang abu abu
Tanpa sadar  dari titik tujuan semakin menjauh pergi
Bukti dari kejam nya peran waktu

Puisi " HANYA ANGIN"


Ku sambut hangat angin berhembus sejuk
tanpa kusadari singkirkan  indahnya bintang yang mengisi penuh langit di atas bumi
Bulan pun perlahan tergeser sedikit demi sedikit hingga hilang wujudnya
Hingga awan pun menangis membasahi bumi
Kira nya angin sejukku kini tak seperti itu dengan gampang nya mengkosongkan dan menghancurkan indah nya alam semesta ku ...