Jumat, 21 April 2017

Puisi "Cepat berlalu"


Waktu yang cepat berlalu
Hentikan indahnya panorama  langit malam itu
Yang tersisa hanya ingatan untuk selamanya
Dan rasa resah yang menghantui

Harap ku sinar bintang itu slalu temani
Dengan tatapan yang slalu teduhkan jiwa
Tapi waktu pun menjadi musuh terberat
Tak ada lagi pancaran yang temani sukma ku

Angin pun  bersimpati dan coba  menghibur gundah ku
Namun hembusan nya memberi suasana semakin kelam
Aku pun tertunduk malu pada alam
Melawan perasaan yang aku tau salah
Melayang dan melambai
hingga tak tergambarkan dengan kata
apa yang telah terjadi padaku
Seketika itu pula jiwa merusuk kembali dalam kesunyian hati yang kekal








Puisi "Resah"


Hembusan angin resah datang menghampiri 
Merontah kepedihan dalam hati
Tapi  yakin ku ada angin yang tak sendiri
Bersembunyi sosok yang menambah keresahan diri


Jika ada, datang saja semua nya
Apa pun itu,siapa pun itu ku takan gentar
Aku pun tak takut dengan rintanganmu
Karena aku sudah tau di mana letak jurang mu
Yang takan terperosok aku untuk kedua kali nya

Puisi "masa lalu impian"

Kan ku terjang rintangan apapun yang  menghadang hari esok ku
tak takut akan jalan yang berbatu
tak takut akan pekat nya malam syahdu
Karna aku pernah belajar dari tajam nya pedang yang tertancap di hati
Yang menempah ku dengan semangat kepastian
Yang bersunguh mencari cita impianku
Di saat yang tepat nanti pasti aku akan berbisik
Terima kasih masa lalu ku...


Puusi "Melepaskan"


Tatkala aku takut
Melihat bintang yang terang benderang
Pancarannya selaksa mutiara terindah yang pernah aku temui
Semesta pun dilema membayangkannya
Takut tenggelam dalam palungan laut terdalam
Jatuh dalam dasar hati yang paling kelam
Tapi raut wajah ini tersipu malu
Menyembunyikan hati yang merah merona
Apa terpaksa untuk melepaskan masa lalu
Semakin tertegun dan percaya mendengar bisikan setan di dada ini


Puisi "Cinta Iblis "


Terhempas kah aku terhanyut
Dalam Gerak mu yang slalu menghantuiku
nyata sudah keangkuhan ku yang bersumpah
Tanpa kemunafikan dan tipu daya
Tau kah kau cinta ini suci?

Gelisah begitu liar hancurkan ketakutan ini
Murka lah sudah impian ku
Bersama dengan hujan yang turun
Basahi bumi dalam penyesalan
Setelah kau biarkan hati mu tersamar

Terasa semu serasa jemu
Terserah lah itu, jika inginmu
Karna hanya kau nyanyian rindu
Yang kini telah melayang ke langit ke tujuh
Bersama Wajahmu ,matamu ,bibirmu ,serta canda mu
Terlihat jelas cinta terlarangmu itu
Dan kau kubur jiwa ini dalam kepalsuan cintamu